Penawar Bagi Hati

Bahwasanya Allah Ta’ala tiada menilik Ia kepada rupa kamu dan tetapi menilik Ia kepada segala hati kamu.

Ini sebuah kitab yang kecil pada permulaan Ilmu Tasauf, yang dihimpun oleh Abdul Qadir bin Abdul Muththalib al-Indunisi al-Mandayli, Pelayan Penuntut ilmu yang mulia di Tanah Haram Makkah al-Mukarramah, pada tanggal 7 bulan Rajab tahun 1378 H. Hamba himpunkan dia karena peringatan bagi hamba sendiri dan bagi sekalian saudara-saudara yang baru belajar, dan hamba namakan akan dia “Penawar Bagi Hati” pada menerangkan barang yang wajib dibersihkan daripadanya dan dihiasi dengan dia akan segala hati, dan hamba sebut di dalamnya akan satu pendahuluan dan tiga kitab.

Dan akan Allah Ta’ala jua Hamba mohonkan bahwa memberi manfaat Ia dengan ini kitab bagi Hamba sendiri dan bagi sekalian pembacanya, dan bahwa menjadikannya Ia akan ikhlas semata-mata menuntut keridhaan-Nya, karena bahwasanya Ia sangat kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Segala puji bagi Allah Ta’ala Tuhan yang menjadikan Ia akan jin dan manusia supaya mengerjakan mereka itu akan ibadat, lagi yang sangat mengetahui Ia akan yang tersembunyi di dalam dada dan segala mata yang khianat dan lagi akan bertanya Ia daripada pendengaran dan penglihat dan hati dan lainnya pada hari kiamat. Dan shalawat dan salam adalah keduanya bagi nabi yang dibangkitkan kepada sekalian alam karena rahmat, yang bersabda ia : Bahwasanya Allah Ta’ala tiada menilik Ia kepada rupa kamu dan tetapi menilik Ia kepada segala hati kamu. Dan atas sekalian keluarganya dan sahabatnya yang membersihkan mereka itu akan segala hati mereka itu daripada sifat kecelaan dan mehiasi mereka itu akan dia dengan perangai yang baik dan sifat kepujian.

PENDAHULUAN

  1. Ketahui olehmu bahwasanya ilmu tasauf itu pengetahuan yang diketahui dengan dia akan segala kelakuan hati, sama ada kelakuan yang terpuji, seperti merendah diri dan sabar, atau kelakuan yang dicela, seperti dengki dan membesar diri.
  2. Dan adapun faedahnya maka menyampaikan ia kepada mengkosongkan hati daripada yang lain dari pada Allah Ta’ala dan mehiasinya dengan memandang Tuhan sekalian alam.
  3. Dan adapun hantarannya (tujuannya) maka yaitu hati manusia daripada pihak kelakuan yang datang kepadanya.
  4. Dan adapun hukumnya maka fardhu ain atas tiap-tiap yang berakal lagi sampai umur.
  5. Dan adapun tempat ambilnya maka daripada al-Qur`an yang mulia dan Hadits Nabi Muhammad. SAW
  6. Dan adapun namanya maka Ilmu Tasauf.

Dan ketahui olehmu bahwasanya maksud daripada Ilmu Tasauf itu membersihkan segala anggota yang zahir daripada segala perbuatan yang keji supaya ada ia menyampaikan kepada membersihkan hati daripada segala sifat kecelaan, dan dikehendaki dengan segala anggota yang zahir itu tujuh anggota.

  1. Mata,
  2. Telinga,
  3. Lidah,
  4. Perut,
  5. Faraj (kemaluan)
  6. Dua tangan
  7. dua kaki.

RenungkanlahDan hendaknya engkau ingat di dalam hati engkau akan bahwasanya Allah Ta’ala telah memberi Ia akan dikau dengan beberapa nikmat yang besar-besar dan yaitu segala anggota engkau yang wajib engkau memeliharanya dan mensyukurinya. Maka jika tiada memelihara engkau akan dia niscaya selagi jadi saksi semuanya atas engkau pada hari kiamat. Seperti firman Allah Ta’ala.  Artinya: Pada hari kiamat mencap Allah Ta’ala atas segala mulut mereka itu, artinya menegah Ia akan dia daripada bercakap, berkata-kata akan Allah Ta’ala oleh segala tangan mereka itu dan mensaksikan oleh segala kaki mereka itu dengan barang yang ada mereka itu meusaha akan dia di dalam dunia. (QS.  Yasin: 65). Maka tiap-tiap anggota bertutur ia dengan kejahatan yang keluar daripadanya, dan firman Allah Ta’ala. Artinya: Tiada ada kamu dahulu di dalam dunia bersembunyi pada ketika mengerjakan kejahatan dari mensaksikan atas kamu oleh segala telinga kamu dan segala mata kamu dan segala kulit ka-mu. (QS. Fushshilat: 22). Dan tiada dapat bersembunyi daripada sekalian saksi yang tersebut melainkan dengan meninggalkan segala kejahatan itu sama sekali, karena bahwasanya tiada bercerai semuanya daripada manusia pada tiap-tiap masa dan tiap-tiap tempat, selagi menyebut akan tujuh fasal bagi segala anggota yang tujuh yang tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s