Dengan penuh semangat dan gairah ia berjuang tanpa pamrih

Dengan penuh semangat dan gairah ia berjuang tanpa pamrih, tak pernah berhenti, tak pernah merasa sukar dan sulit, halangan dan rintangan tidak menjadi kendala baginya “rawe-rawe rantas malang-malang putung” demikian tampaknya tekad Syeikh Muhammad Arsyad, yang telah dapat merambah rimba raya kegelapan jiwa para umat.

Kemudian ketika dalam keadaan sakit ia memanggil semua anak cucu, dan bernasehatlah ia kepada mereka, untuk tabah menghadapi segala sesuatu dan supaya terus melanjutkan kiprahnya dalam mengemban misi dakwah dan memantapkan hidup beragama. Akhirnya berwasiatlah ia kepada anak cucu apabila tiba masanya ia menghadap Sang Khaliq memenuhi panggilan-Nya, maka jika musim kemarau makamkanlah jasadnya di Karang Tengah, dekat isteri dan menantu yang mendahuluinya, namun apabila musim hujan atau banjir, maka makamkanlah di Kalampayan, tempat perkebunannya di dekat musallanya.

Maka, setelah kurang lebih lima puluh delapan tahun belajar dan kurang lebih empat puluh tahun mengajar dengan tidak mengenal lelah dan pamrih banyak ulama yang berhasil dicetaknya yang tersebar di mana-mana. Akhirnya pada malam Selasa antara Maghrib dan ‘Isya tanggal 6 Syawal 1227 H. / 13 Oktober 1812 M. ia menghembuskan nafas terakhirnya untuk menghadap Sang Pencipta-Nya. Ia kemudian dimakamkan di desa Kalampayan.

Di setiap bulan Ramadhan ia selalu bertemu malam penuh berkat (Lailatul Qadar), kesempatan ini ia gunakan untuk berdoa agar diberikan ilmu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan anak cucu sampai tujuh turunan, bahkan sampai turun temurun. Doa tersebut ternyata dikabulkan Allah, terlihat sungguh banyak sekali zuriatnya yang menjadi orang alim.

Ketika ia wafat ia meninggalkan tiga puluh orang anak dan seratus empat belas cucu cucu yang merupakan bintang-bintang bertaburan. Keturunan yang meneruskan cita-cita dan usaha perjuangannya.

Di antara murid Syeikh Muhammad Arsyad ketika ia masih berada di kota Makkah adalah:

  1. Syeikh Muhammad Shaleh bin Murid ar-Rawa (penyusun kitab Fathul Mubin).
  2. Haji Abdul Ghani (penyebar Islam di Pontianak, Kalimantan Barat). Muridnya yang lain adalah
  3. Sultan Tahmidullah II bin Sultan Tamjidullah yang mendapatkan pendidikan khusus darinya.

Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari mempunyai empat orang saudara di antaranya adalah: Abidin, Haji Zainal Abidin, Diyang Panangah dan Nurmein.

Dengan keadilan dan kebajikannya terhadap isteri-isteri, maka ia sanggup mempunyai isteri sampai empat orang dalam keadaan rukun, apabila meninggal salah seorang dari mereka, iapun kawin lagi sehingga menjadilah isterinya berjumlah sebelas orang.

Dari sebelas orang isteri tersebut yang tercatat di antaranya adalah:

  1. Puan Bajut.
  2. Puan Bidur.
  3. Puan Lipur.
  4. Puan Guwat atau Go Hwat Nio.
  5. Puan Turiyyah.
  6. Puan Ratu Aminah.
  7. Puan Palung.
  8. Puan Gandarmanik.
  9. Puan Markidah.
  10. Puan Liyuh.
  11. Puan Tuadai.

Di antara putera dan puterinya adalah:

  1. Syarifah.
  2. Aisyah.
  3. Haji Abu Suud.
  4. Sa’idah.
  5. Haji Abu Naim.
  6. Khalifah Haji Syahabuddin.
  7. Asiyah.
  8. Khalifah Haji Hasanuddin.
  9. Khalifah Haji Zainuddin.
  10. Raihanah.
  11. Hafsah.
  12. Mufti Haji Jamluddin.
  13. Nur’ain.
  14. Amah.
  15. Cie.
  16. Mufti Haji Ahmad.
  17. Shafiyyah.
  18. Shafura.
  19. Maimun.
  20. Shalihah.
  21. Muhammad.
  22. Maryamah.
  23. Salman.
  24. Salmah.
  25. Salimah.

Dari keturunan atau zuriyat beliau inilah terlahir para ulama yang sangat terkenal keilmuannya, baik di daerah asalnya Kalimantan sampai ke daerah-daerah lainnya di Indonesia bahkan sampai negara-negara Islam di dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s