Dakwah dengan Bilkitabah

Dengan dakwah bilkitabah ia juga melakukan penyusunan kitab-kitab yang mencakup semua ajaran Islam dalam bahasa Melayu agar misi dakwahnya dapat diterima di segenap penjuru serta merupakan pegangan di kalangan rakyat.

Ia mulai menulis kitab-kitab pada tahun kedua dari kedatangannya dari tanah suci Makkah (1188 H./ 1774 M.).

Di antara karya tulisnya yang terkenal adalah:

  1. Kitab Ushuluddin, berkaitan dengan keimanan dan ketauhidan.
  2. Kitab Luqthatul Ajlan, berisikan tentang sifat sifat pembawaan keperempuanan yang mengenai haid, nifas dan istihadhah.
  3. Kitab Faraid, berisi tentang hukum pembagian warisan.
  4. Kitab Tuhfaturraghibin, pernah diterbitkan di Mesir pada tahun 1352 H., berisikan tentang hakikat iman dan hal-hal yang berhubungan dengan itu.
  5. Kitab AI-Qaulul Mukhtashar fi ‘Alamatil Mahdil Muntazhar. Ditulis pada tahun 1196 H. berisi penjelasan tanda-tanda akhir zaman. Pernah dicetak di Singapura pada tahun 1356 H./ 1937 M.
  6. Kitab llmu Falak, ditulis dalam bahasa Arab yang isinya menerangkan cara penghitungan kapan terjadinya gerhana matahari dan bulan.
  7. Kitabun Nikah, menerangkan tentang pengertian wali dan cara pelaksanaan akad nikah. Pernah diterbitkan di Istanbul, Turki, tahun 1304 H.
  8. Kitab Kanzul Ma’rifah, berisi tentang ilmu tasauf.
  9. Fatawa Sulaiman al-Kurdi, berisi tentang fatwa-fatwa Syeikhul Islam Imamul Haramain Syeikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi, sehubungan dengan pertanyaan Syeikh Muhammad Arsyad tentang tindakan raja yang memungut pajak dan hukum denda bagi pelanggar hukum (yang meninggalkan salat Jum’at dengan sengaja) dan masalah penting lainnya.
  10. Kitab Sabilal Muhtadhin, yang merupakan karya terbesar Syeikh Muhammad Arsyad. Kemasyhuran kitab ini sampai ke Malaysia, Thailand, Kamboja dan Brunai Darusalam, bahkan menjadi khazanah kepustakaan bagi perpustakaan-perpustakaan besar di Makkah, Mesir, Turki dan Beirut. Kitab ini ditulis atas permintaan Sultan Tahmidullah II pada tahun 1193 H, ditulis dalam bahasa Melayu dan selesai pada hari ahad 27 Rabiul Akhir 1195 H. kitab ini pertama kali dicetak pada tahun 1300 H., di kota Makkah, dan dicetak lagi di Istanbul, Turki, tahun 1302 H. lalu dicetak kembali di Mesir pada tahun 1307 H.
  11. Mushaf al-Qur’an Karim, mulai ditulis tahun 1779 M. yang dilengkapi dengan Qiraah Ibnu Katsir dan Warsyi di tepinya yang terdiri dari 3 jilid yang masing-masing terdiri dari 19 Juz yang mewujudkan tingginya budaya seni yang dimilikinya. Hiasan kaligrafi ia wujudkan kombinasi antara budaya Islam dan ciri khas daerah Banjar yang sangat menarik dan mempunyai arti ibadah sehingga dikagumi oleh pakar-pakar budaya dan seni Islam di Indonesia.

Dan masih banyak lagi karya tulisnya, misalnya di bidang ilmu tauhid yang berjudul Majmu dan lain-lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s