Fatamorgana Kehidupan

oleh KH Ahmad Mukhri Aji

Allah SWT tidaklah menciptkan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya (QS Adz Dzariyat [51]: 56). Dan kesempatan hidup yang diberikan-Nya, hanya dalam rentangan waktu singkat, yang senantiasa digunakan untuk berbuat amal shaleh dan kebajikan.

Hidup di dunia merupakan perjalanan sementara, sebelum akhirnya semua akan tiba di pengunjung batas tujuan, akhirat. Al Qur’an menyatakan, “Tidalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main, dan sesungguhnya akhirat ialah yang sebenarnya kehidupan.” (QS Al-Ankabut [29]: 64).

Al Qur’an juga memberikan perumpamaan kehidupan dunia seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan terlihat warna kuningnya, kemudian menjadi hancur (QS Al-Hadid [57]: 20).

Terlalu banyak manusia yang silau oleh kemilau dunia, mengejar sesuatu yang seharusnya tidak dikejar. Saling menyikut dan menjatuhkan dengan menghalalkan segala cara, demi meraih tahta jabatan, dan harta kekayaan. Padahal, semua itu hanyalah sementara, tidak setia, dan akan terpisah darinya saat kematian datang menjemput.

Malaikat Jibril pernah datang mengingatkan Nabi SAW, “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah darinya.” (HR Ath-Thabrabi).

Begitu dasyatnya pesona dunia, hingga Rasulullah pun sangat mengkhawatirkan umatnya akan terperosok dalam gemerlapnya. Sabda Nabi SAW, “Bukanlah kemusyirkan yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi yang aku khwatarikan atas kalian adalah perhiasan kehidupan dunia.” (HR Bukhari).

Apa yang dikhawatirkan Nabi menjadi nyata. Banyak umatnya yang terbelenggu dalam penyakit cintai dunia. Mereka lupa bahwa kelak akan dipanggil mengadap Sang Khalik untuk mempertanggungjwabkan segala apa yang telah dikerjakan.

Itulah fatamorgana kehidupan, hanya sebatas hiasan semu yang menyesatkan dan menjadi jebakan. Seiring berjalan dan berputarnya roda waktu, kita hanya mampu berharap agar mendapat kebaikan hidup di dunia maupun di akhirat. “Ya Tuham Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah kami dari siksa neraka.” (QS Al Baqarah [2]: 201).

Sumber: Republika Sabtu 07 Nopember 2009

KONSEP SEKOLAH MENGEMUDI

KONSEP SEKOLAH MENGEMUDI

Sekolah mengemudi saat ini berbentuk kursus yang merupakan standard baku sejak bertahun-tahun yang lalu. Gambaran secara menyeluruh menunjukan keseragaman dalam penyelenggaraan Lembaga Pendidikan/Sekolah Mengemudi di Indonesia. Perbedaan yang ada pada bentuk badan usaha, yaitu ada yang berupa PT sedangkan sebagian besar lainnya merupakan usaha kecil berbentuk CV. Jenis usaha tergolong kursus. Struktur organisasi yang sederhana, sarana dan prasarana yang terbatas. Perijinan mendirikan kursus mengemudi (dengan nama yang berbeda-beda) diberikan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu di pemerintah kabupaten/Kota. Badan ini terdapat diseluruh pemerintah kabupaten/kota dan dibentuk berdasarkan UU Layanan Publik yang bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan terhadap berba gai keperluan mereka. Pemberian izin untuk sekolah mengemudi cukup mudah karena kebanyakan sekolah mengemudi skala usaha nya masuk dalam katagori usaha kecil dan menengah.

Kendaraan yang digunakan adalah kendaraan standard biasa dengan status sewa ataupun milik sendiri (termasuk modal usaha) dan kendaraan latih yang didisain khusus untuk melaksanakan pr aktek mengemudi dijalan, Praktek dilakukan dijalan ya ng cukup sepi (kompleks perumahan , jalan penghubung/lintasan ya ng punya marka jalan dan cukup lebar serta datar) dari pengguna jalan yang lainnya dan setelah dianggap layak untuk berlatih dijalan secara bertahap siswa berlatih dijalan yang terdapat pengguna jalan lainnya.

Ruang kelas terutama sekolah mengemudi dengan badan usaha berbentuk CV tidak ada, bahkan ada yang hanya terdiri dari satu ruang kecil tempat pendaftaran saja. Terdapat beberapa tempat kursus dimana tempat pendaftaran merangkap tempat pajangan berbagai rambu lalu li ntas dengan beberapa peraturan dalam mengemudi kendaraan. Lanjut membaca

Jangan Hanya Taklid Buta dalam Ibadah

Agama Islam memerintahkan para pemeluknya untuk mengikuti dalil dan tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid (baca: mengekor/membeo) kecuali dalam keadaan darurat (mendesak), yaitu tatkala seorang tidak mampu mengetahui dan mengenal dalil dengan pasti. Hal ini berlaku dalam seluruh permasalahan agama, baik yang terkait dengan akidah maupun hukum (fikih).

Oleh karena itu, seorang yang mampu berijtihad dalam permasalahan fikih, misalnya, tidak diperkenankan untuk bertaklid. Demikian pula seorang yang mampu untuk meneliti berbagai nash-nash syari’at yang terkait dengan permasalahan akidah, tidak diperbolehkan untuk bertaklid.

Mengapa Taklid Tidak Diperkenankan?

Agama ini tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid pada suatu pendapat tanpa memperhatikan dalilnya. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, diantaranya: Lanjut membaca

Kecerdikan Syetan Menjerumuskan Ahli Ibadah

Dahulu hiduplah seorang ahli ibadah dari kalangan kaum Bani Israil. Orang tersebut bernama Barshish. Dia seorang ahli ibadah besar, tinggal di dalam sebuah Sinagog untuk menyembah Allah, tetapi ibadahnya lebih mendominasi ilmunya, padahal orang yang berilmu lebih ditakuti oleh syetan ketimbang seribu orang ahli ibadah.

Setelah dia menyembah Allah, bersujud kepadaNya dan banyak berzikir menyebut nama Allah, Allah bermaksud menguji iman

dan keyakinannya. Ia duduk di Sinagognya, lalu datanglah kepadanya sejumlah lelaki dari kalangan mujahidin Bani Israil. Mereka berkata:” Hai Barshish, sesungguhnya kami bermaksud pergi jihad di jalan Allah, sedang kami mempunyai seorang saudara perempuan yang tinggal di rumah kami disebelah sinagogmu. Dia tidak ada temannya sesudah Allah, kecuali hanya engkau. Oleh karena itu kamu harus menjaganya sampai kamu kembali dari jidah.” Barshish menjawab:” Ini merupakan suatu kehormatan bagiku. Aku terima hal ini dengan senang hati.”

Mereka pun berangkat berjihad di jalan Allah dan Barshish tinggal di dalam sinagognya menyembah Allah. Selanjutnya datanglah syetan kepadanya dan berkata: “Hai Barshish, sesungguhnya wanita ini berada dalam jaminanmu. Dia adalah wanita muda yang berada dalam perlindunganmu. Jika engkau biarkan , barangkali dia merasa kesepian. Sebaiknya engkau julurkan kepalamu setiap pagi hari, lalu engkau ucapkan salam kepadanya.

itu sama sekali tidak akan membahayakanmu, karena dia seorang wanita yang memakai hijab.” Barshish pun menerima saran setan, lalu dia mengulurkan kepalanya dan mengucapkan salam kepada wanita itu. Setan datang lagi untuk kedua kalinya, lalu berkata: “Sebaiknya engkau tinggal di sebelah rumahnya agar dia tidak didatangi oleh lelaki lain atau ditakut-takuti oleh jin yang jahat.” Barshish turun dan tinggal disebelah rumahnya tanpa melihatnya.

Setan datang lagi untuk ketiga kalinya, lalu berkata: ” Sesungguhnya dia adalah seorang gadis yang asing lagi kesopanan: keluarganya keluar untuk jihad, maka tiada seorang pun yang menghiburnya atau mengajak ngobrol.” Barshish pun dan turun dan menhiburnya serta mengajaknya ngobrol, sedang gadis itu memakai hijab. Setan datang lagi untuk keempat kalinya dan berkata: “Engkau adalah orang yang alim, cerdas lagi terpelihara oleh Allah dan setan takut kepadamu, maka mendekatlah kamu kepadanya dana ciumlah dia.” Akhirnya Barshish terjerumus ke dalam perbuatan keji(zina) dan perempuan itu pun mengandung.

Setelah wanitya itu mengandung, setan berkata kepada Barshish: “Apabila saudara-saudara lelakinya datang dan mereka melihat kemungkaran ini, dia akan menceritakan kepada mereka kejadian yang dialaminya denganmu dan orang-orang akan menuduhnmu sebagai pelakunya, maka harga dirimu jatuh di mata mereka. Sebaiknya kamu bunuh saja dia, karena hal ini lebih baik bagimu.” Akhirnya Barshish membunuhnya dan menggali kuburan di dalam rumah wanita itu, lalu menguburkannya. tidak lama kemudian , datanglah saudara-saudara lelaki wanita itu dari jihad dan mereka bertanya:”Dimanakah saudara perempuan kami?” Barshish menangis dan menyesal. Dia mengeluarkan air mata buayannya secara pura-pura demi harga dirinya, lalu menjawab:” Dia sakit keras lalu meninggal.

Dia adalah seorang wanita yang zuhud dan ahli ibadah. Aku kebumikan dia sesudah mendo’akannya.” Mendengar berita itu, mereka menangisi kematian saudara perempuan mereka dan percaya kepada berita barshish itu. Mereka pun tidur malam. Setan datang kepada saudara tertuanya dan menceritakan kepadanya bahwa sebenarnya Barshish telah berbuat mesum dengannya lalu membunuhnya. Setan datang kepada saudara yang kedua dan ketiganya dalam mimpinya masing-masing, lalu menceritakan kepada keduanya sebagaimana yang telah ia ceritakan kepada saudara tertua mereka. Keesokan harinya mereka menceritakan mimpinya masing-masing, lalu mereka sepakat untuk membalas Barshish ata perbuatannya terhadap saudara perempuan mereka. Mereka berangkat dan membongkar kuburan yang telah ditunjukan oleh setan kepada mereka. ternyata mereka menjumpainya dalam keadaan telah hamil dan mati karena terbunuh. Setan pun datang kepada Barshis: “Hai barshis, tiada yang dapat menyelamatkanmu, kecuali jika kamu mau bersujud kepada sekali agar aku bisa melindungimu.” Akhirnya, Barshish kafir kepada Allah dan mau sujud kepada setan sekali sujud. Selanjutnya, mereka membunuhnya dan menyalibnya. ( Cerita ini dikutip dari buku “Cambuk Hati” karya Aid AlQarni, diketengahkan oleh Thabari dalam kitab Tafsirnya dan juga Tafsir Ibnu Katsir)

By Amank Tamin Posted in Tafakur