Penawar Bagi Hati

Tinggalkan komentar

Bahwasanya Allah Ta’ala tiada menilik Ia kepada rupa kamu dan tetapi menilik Ia kepada segala hati kamu.

Ini sebuah kitab yang kecil pada permulaan Ilmu Tasauf, yang dihimpun oleh Abdul Qadir bin Abdul Muththalib al-Indunisi al-Mandayli, Pelayan Penuntut ilmu yang mulia di Tanah Haram Makkah al-Mukarramah, pada tanggal 7 bulan Rajab tahun 1378 H. Hamba himpunkan dia karena peringatan bagi hamba sendiri dan bagi sekalian saudara-saudara yang baru belajar, dan hamba namakan akan dia “Penawar Bagi Hati” pada menerangkan barang yang wajib dibersihkan daripadanya dan dihiasi dengan dia akan segala hati, dan hamba sebut di dalamnya akan satu pendahuluan dan tiga kitab.

Dan akan Allah Ta’ala jua Hamba mohonkan bahwa memberi manfaat Ia dengan ini kitab bagi Hamba sendiri dan bagi sekalian pembacanya, dan bahwa menjadikannya Ia akan ikhlas semata-mata menuntut keridhaan-Nya, karena bahwasanya Ia sangat kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Segala puji bagi Allah Ta’ala Tuhan yang menjadikan Ia akan jin dan manusia supaya mengerjakan mereka itu akan ibadat, lagi yang sangat mengetahui Ia akan yang tersembunyi di dalam dada dan segala mata yang khianat dan lagi akan bertanya Ia daripada pendengaran dan penglihat dan hati dan lainnya pada hari kiamat. Dan shalawat dan salam adalah keduanya bagi nabi yang dibangkitkan kepada sekalian alam karena rahmat, yang bersabda ia : Bahwasanya Allah Ta’ala tiada menilik Ia kepada rupa kamu dan tetapi menilik Ia kepada segala hati kamu. More

Kullu Nafsin Zaikatul Maut

1 Komentar

Allah Turunkan peringatan

Allah Turunkan peringatan

Manusia diciptakan, dibuat, dimiliki oleh Allah SWT, dari tidak ada dibuat jadi ada, dihidupkan, dan dimatikan.

Awal – Akhir
Ciptaan Allah SWT di seluruh alam semesta adalah fana, ada awal dan ada akhir. Awal manusia hidup diketahui dengan adanya nafas, yang kemudian dinyatakan bahwa nafas adalah inti kehidupan, yang membuat ruh ada hidup di dalam badan manusia. Tanda akhir kehidupan manusia adalah ketika nafas berhenti keluar masuk dari tubuh, ruh akan pulang kembali ke akhirat.

Musnah – Hancur
Aktifitas raga manusia berhenti setelah nafas tidak ada dan ruh keluar dari badan, akhirnya musnah, hancur. Sebaliknya jika raga rusak atau hancur manusia akan mati; hancur oleh angin, air, api, tanah dan kejadian-kejadian atau peristiwa yang merusak baik oleh alam maupun mahluk.

Balatentara Allah yang diberi tugas untuk melaksanakan kehendakNya antara lain: angin, angin berkisar kuat, taifun, tornado, cyclon, puting beliung, puyuh, angin mandul yang mematikan mahluk dan flora, angin sangat dingin, sangat panas. Air banjir, gelombang, hujan deras, hujan es, hujan batu, hujan angin. Guntur, petir dengan bunyi sangat kuat. Gempa, erupsi gunung, tanah longsor, tanah rekah, badai pasir. Api

Tugas di Dunia
Tugas dan fungsi pokok manusia sebagai makhluk akhirat maupun ketika ditugaskan menjadi makhluk bumi adalah beribadah, menghambakan diri kepada Allah SWT. More

Abdul Malik Al-Huda

Tinggalkan komentar

ketumAbdul Malik Al-Huda yang nama lengkapnya Haji Abdul Malik Mohamad Razif. Beliau dilahirkan di Medan Sumatera Utara tahun 1955.

Menamatkan Sekolah Dasar di Sukabumi, Jawa Barat, menamatkan Sekolah Menengah Pertama di Banda Aceh, NAD, dan menamatkan Sekolah Menengah Atas tahun 1974 di Bandung, Jawa Barat. Tahun 1975 masuk Fakultas Kedoteran Universitas Pajajaran Bandung dan lulus Sarjana Kedoteran (Drs. Med)

Bekerja sebagai wiraswata dan sejak tahun 2004 beliau diperintahkan oleh Abah Didi untuk mendirikan Partai Garuda sekaligus sebagai Ketua Umum Partai Garuda.

Sejak berusia 10 tahun beliau hanya berguru kepada Syaikhuna Al-Mukarram Syekh Abdullah Ibnu Mas’ud – Abah Didi, untuk mempelajari berbagai ilmu agama Islam, terutama ilmu Tafakur Meditasi Islam  yang merupakan bagian dari ilmu ketuhanan dengan fokus ajaran mengingat Allah Subhanahu Wa Taala dan mengingat kehidupan Akhirat setiap hari maupun setiap saat.

buku tafakur meditasi islam abah didiSebagai seorang murid Abdul Malik Al-Huda adalah salah satu murid kesayangan Abah Didi karena beliau murid yang disiplin, patuh dan taat atas segala perintah-perintah sang guru (Abah Didi), setelah puluhan tahun menuntut dan mengamalkan ilmu yang dijarkan oleh Abah Didi khususnya tetang Tafakur maka pada tahun 2005 beliau (Abdul Malik Al-Huda) diperintahkan oleh Abah Didi untuk menulis dan menerbitkan buku Tafakur Meditasi Islam, yang pada bulan Juni 2008 buku Tafakur Meditasi Islam tersebut telah disempurnakan dan diterbitkan oleh Yayasan Tafakur Meditasi Islam Abah Didi. (aH)

sumber : http://adf.ly/GTJ www.abah-guru.com

reBlog from mybloglog64428f18eeb5e88110d8: Tafakur Untuk Dunia Akhirat

Tinggalkan komentar

I found this fascinating quote today:

“Jadilah kamu orang yang mengajar dan belajar atau pendengar atau pencinta ilmu, dan janganlah engkau jadi orang yang kelima (tidak mengajar, tidak belajar, tidak suka mendengar pelajaran dan tidak mencintai ilmu), nanti kamu akan binasa”mybloglog64428f18eeb5e88110d8, Tafakur Untuk Dunia Akhirat, Jun 2009

You should read the whole article.

Tips Memilih Hosting » Cafe Bisnis Online

Tinggalkan komentar

Tips Memilih Hosting » Cafe Bisnis Online

Shared via AddThis

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.